<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Untuk Adek Ku Sayang</title>
	<atom:link href="http://jalansemut.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jalansemut.wordpress.com</link>
	<description>Megahnya Hidup diatas Sunnah</description>
	<lastBuildDate>Mon, 29 Aug 2011 13:45:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='jalansemut.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Untuk Adek Ku Sayang</title>
		<link>http://jalansemut.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://jalansemut.wordpress.com/osd.xml" title="Untuk Adek Ku Sayang" />
	<atom:link rel='hub' href='http://jalansemut.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>IBADAH TERAGUNG DALAM SEJARAH &#8211; UST, SAID YAI, LC.</title>
		<link>http://jalansemut.wordpress.com/2011/08/28/teragung-dalam-sejarah-ust-said-yai-lc/</link>
		<comments>http://jalansemut.wordpress.com/2011/08/28/teragung-dalam-sejarah-ust-said-yai-lc/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Aug 2011 11:47:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blogpribadiku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhwat]]></category>
		<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[Birrul Walidain]]></category>
		<category><![CDATA[Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Tauhid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jalansemut.wordpress.com/?p=696</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Ustadz Abu Ahmad Said Yai, Lc. Hidup di dunia adalah hidup yang sementara. Sungguh indah apabila kita menjadi hamba Allah yang benar-benar mulia. Tidaklah kita diciptakan di dunia ini kecuali hanya untuk beribadah kepada Allah subhanahu wa ta&#8217;ala. Allah subhanahu wa ta&#8217;ala berfirman: { وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ } Artinya: “Tidaklah Aku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jalansemut.wordpress.com&amp;blog=5196811&amp;post=696&amp;subd=jalansemut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;" dir="LTR" align="center"><strong>Oleh: <a href="http://kajiansaid.wordpress.com/" target="_blank">Ustadz </a></strong><a href="http://kajiansaid.wordpress.com/" target="_blank"><strong>Abu Ahmad </strong><strong>Said Yai, Lc.</strong></a></p>
<p style="text-align:justify;" dir="LTR"><a href="http://jalansemut.files.wordpress.com/2011/08/nature-waitingforsunset.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-700" title="NATURE-WaitingForSunset" src="http://jalansemut.files.wordpress.com/2011/08/nature-waitingforsunset.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a>Hidup di dunia adalah hidup yang sementara. Sungguh indah apabila kita menjadi hamba Allah yang benar-benar mulia. Tidaklah kita diciptakan di dunia ini kecuali hanya untuk beribadah kepada Allah <em>subhanahu wa ta&#8217;ala</em>.</p>
<p style="text-align:justify;" dir="LTR">Allah <em>subhanahu wa ta&#8217;ala</em> berfirman:</p>
<h3 style="text-align:justify;">{ وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ }</h3>
<p style="text-align:justify;" dir="LTR">Artinya: “Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaku.” (QS Adz-Dzariyat : 56)</p>
<p style="text-align:justify;" dir="LTR">Jika kita tahu bahwa tujuan hidup di dunia ini adalah hanyalah untuk beribadah kepada Allah <em>subhanahu wa ta&#8217;ala</em>, maka sudah seharusnya kita benar-benar dapat meluangkan waktu kita untuk beribadah kepada-Nya.</p>
<p style="text-align:justify;" dir="LTR">Ibadah-ibadah sangatlah banyak jumlahnya. Kira-kira, ibadah apakah yang paling agung dalam sejarah manusia?</p>
<p style="text-align:justify;" dir="LTR">Apakah shalat? Ataukah sedekah? Ataukah berbakti kepada kedua orang tua? Ataukah ibadah lain?</p>
<p><span id="more-696"></span></p>
<p style="text-align:justify;" dir="LTR">Allah <em>subhanahu wa ta&#8217;ala</em> memerintahkan seluruh manusia di dalam Al-Qur’an dengan firman-Nya:</p>
<h3 style="text-align:justify;">{ يَا أَيُّهَا النَّاسُ <span style="text-decoration:underline;">اعْبُدُوا</span> رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ }</h3>
<p style="text-align:justify;" dir="LTR">Artinya: “Wahai manusia! <span style="text-decoration:underline;">Sembahlah</span> <em>Rabb</em> (Tuhan) kalian yang telah menciptakan kalian dan orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.” (QS Al-Baqarah : 21)</p>
<p style="text-align:justify;" dir="LTR">Apa arti kata “<em>U’buduu</em>/sembahlah” pada ayat di atas?</p>
<p style="text-align:justify;" dir="LTR">Ibnu ‘Abbas <em>radhiallahu &#8216;anhu</em> berkata:</p>
<h3 style="text-align:justify;">(كُلُّ مَا وَرَدَ فِيْ الْقُرْآنِ مِنَ الْعِبَادَةِ فَمَعْنَاهَا التَّوْحِيْدُ.)</h3>
<p style="text-align:justify;" dir="LTR">Artinya: “Setiap (kata) yang ada di dalam Al-Qur’an yang berarti ‘penyembahan’, maka maknanya adalah bertauhid (kepada Allah).”<a title="" href="#_ftn1">[1]</a></p>
<p style="text-align:justify;" dir="LTR">Dengan demikian, sekarang kita telah sama-sama mengetahui bahwa ibadah teragung tersebut adalah <em>tauhidullah</em> (bertauhid kepada Allah).</p>
<p style="text-align:justify;" dir="LTR">Apa arti tauhid?</p>
<p style="text-align:justify;" dir="LTR">Menurut bahasa Arab, “tauhid” berarti menjadikan sesuatu menjadi satu saja. Sedangkan menurut Islam, tauhid adalah menyerahkan ibadah dengan ikhlas hanya untuk Allah dan tidak dicampuri dengan kesyirikan.</p>
<p style="text-align:justify;" dir="LTR">Allah <em>subhanahu wa ta&#8217;ala</em> berfirman:</p>
<h3 style="text-align:justify;">{ وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ }</h3>
<p style="text-align:justify;" dir="LTR">Artinya : “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat&#8221;<em> </em>(QS Al-Bayyinah : 5)</p>
<p style="text-align:justify;" dir="LTR">Pentingkah tauhid?</p>
<p style="text-align:justify;" dir="LTR">Para ulama memisalkan tauhid dengan pondasi atau asas suatu bangunan. Apabila pondasinya tidak kokoh, maka percuma saja membangun bangunan yang tinggi, lambat laun bangunan tersebut akan roboh juga. Berbeda dengan bangunan yang berpondasi kuat, setinggi apapun bangunan yang didirikan, maka dia akan tetap kokoh.</p>
<p style="text-align:justify;" dir="LTR">Imam Ibnul Qayyim <em>rahimahullah </em>berkata, &#8221;Barangsiapa yang berkeinginan untuk membangun bangunan yang tinggi, maka perkara yang wajib dilakukannya adalah memperkuat dan memperkokoh  pondasi bangunan tersebut disertai dengan pengawasan yang ketat. Karena, tingginya sebuah bangunan itu tergantung pada kekuatan dan kekokohan pondasi bangunan tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;" dir="LTR">Apabila keseluruhan amal dan derajat adalah bangunan, maka pondasinya adalah iman…Orang yang tahu (berilmu), dia akan berusaha untuk menguatkan dan memperkokoh pondasi bangunannya. Sedangkan orang yang jahil (bodoh), (dia akan terus) meninggikan bangunannya tanpa (memperhatikan) pondasi bangunannya. maka kemungkinan besar yang akan terjadi adalah ambruknya bangunan tersebut.”<a title="" href="#_ftn2">[2]</a></p>
<p style="text-align:justify;" dir="LTR">Oleh karena itu Allah subhanahu wa ta&#8217;ala berfirman di dalam Al-Qur’an:</p>
<h3 style="text-align:justify;">{ أَفَمَنْ أَسَّسَ بُنْيَانَهُ عَلَى تَقْوَى مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٍ خَيْرٌ أَمْ مَنْ أَسَّسَ بُنْيَانَهُ عَلَى شَفَا جُرُفٍ هَارٍ فَانْهَارَ بِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ.}</h3>
<p style="text-align:justify;" dir="LTR">Artinya: “Maka apakah orang-orang yang mendirikan bangunannya di atas dasar takwa kepada Allah dan ke-<em>ridha</em>-an-(Nya) itu yang lebih baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh, lalu bangunannya itu jatuh bersama-sama dengannya ke dalam neraka Jahannam. dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang- orang yang zalim. (QS At-Taubah : 109)</p>
<p style="text-align:justify;" dir="LTR">Di dalam Al-Qur’an Allah subhanahu wa ta&#8217;ala membuat permisalan tentang orang yang berpegang teguh dengan tauhid dan kalimat <em>‘Laa ilaaha illallaah’</em> dengan sebuah pohon yang memiliki akar yang kuat dan batangnya menjulang ke langit dengan kokoh serta selalu memberikan manfaat setiap waktu. Berbeda dengan orang yang tidak bertauhid, Allah <em>subhanahu wa ta&#8217;ala</em> memisalkannya dengan tanaman yang jelek.</p>
<p style="text-align:justify;" dir="LTR">Allah <em>subhanahu wa ta&#8217;ala</em> berfirman:</p>
<h3 style="text-align:justify;">{ أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ (24)</h3>
<h3 style="text-align:justify;">تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ (25) وَمَثَلُ كَلِمَةٍ خَبِيثَةٍ كَشَجَرَةٍ خَبِيثَةٍ اجْتُثَّتْ مِنْ فَوْقِ الْأَرْضِ مَا لَهَا مِنْ قَرَارٍ (26)}</h3>
<p style="text-align:justify;" dir="LTR">Artinya: “ (24) Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit (25) Pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Rabb (Tuhan)nya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat. (26) Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi, dia tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun.  (QS Ibrahim : 24-26)</p>
<p style="text-align:justify;" dir="LTR">Itulah perumpamaan orang yang bertauhid dengan orang yang tidak bertauhid kepada Allah subhanahu wa ta&#8217;ala.</p>
<p style="text-align:justify;" dir="LTR">Setelah membaca paparan di atas, maka sebagai orang yang beriman, kita tidak boleh meremehkan ilmu tauhid dan berhenti untuk mengajak manusia untuk bertauhid kepada Allah <em>subhanahu wa ta&#8217;ala</em>.</p>
<p style="text-align:justify;" dir="LTR">Sekarang ini banyak manusia terlalaikan dengan dunia dan banyaknya syubhat yang diterima, sehingga mereka merasa tidak perlu lagi untuk belajar ilmu tauhid. <em>Subhanallah</em>, siapa yang bisa menjamin bahwa mereka telah aman dari dosa syirik, lawan dari tauhid.</p>
<p style="text-align:justify;" dir="LTR">Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam sendiri sangat takut jika para sahabanya terjatuh pada kesyirikan. Beliau <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> mengajarkan doa berlindung dari kesyirikan kepada orang terbaik umat ini, Abu Bakr Ash-Shiddiq, sebagaimana tercantum pada hadits berikut:</p>
<h3 style="text-align:justify;">عن مَعْقِلَ بْنَ يَسَارٍ يَقُولُ : انْطَلَقْتُ مَعَ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيقِ -رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ- إِلَى النَّبِيِّ -صلى الله عليه وسلم-، فَقَالَ: يَا أَبَا بَكْرٍ ، لَلشِّرْكُ فِيكُمْ أَخْفَى مِنْ دَبِيبِ النَّمْلِ ، فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ : وَهَلِ الشِّرْكُ إِلاَّ مَنْ جَعَلَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ ؟ فَقَالَ النَّبِيُّ -صلى الله عليه وسلم-: وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، لَلشِّرْكُ أَخْفَى مِنْ دَبِيبِ النَّمْلِ، أَلاَ أَدُلُّكَ عَلَى شَيْءٍ إِذَا قُلْتَهُ ذَهَبَ عَنْكَ قَلِيلُهُ وَكَثِيرُهُ ؟ قَالَ : قُلِ : اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لا أَعْلَمُ.</h3>
<p style="text-align:justify;" dir="LTR">Artinya: Diriwayatkan dari Ma’qil bin Yasar, dia bercerita, “Saya pernah pergi menuju Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersama Abu Bakr. Beliau <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda, ‘Wahai Abu Bakr! Sesungguhnya kesyirikan yang ada pada diri kalian lebih samar daripada semut (yang gelap).’ Abu Bakr <em>radhiallahu &#8216;anhu</em> pun berkata, ‘Bukankah yang dimaksud dengan syirik adalah jika seseorang menjadikan sembahan selain (Allah)?’ Nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda, ‘Demi jiwaku yang berada di tangan-Nya! Kesyirikan lebih samar daripada semut. Apakah engkau mau saya tunjukkan sesuatu yang jika engkau mengatakannya, maka kesyirikan akan terhindar darimu, sedikit maupun banyak?’ Kemudian beliau <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda, ‘Katakanlah: <em>Allaahumma innii a’uudzu bika an usyrika bika wa ana a’lam, wa astaghfiruka limaa laa a’lam</em>. (Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari berbuat syirik kepada Engkau sedangkan aku mengetahuinya. Dan aku memohon ampun kepada Engkau atas apa yang tidak aku ketahui.’.”<a title="" href="#_ftn3">[3]</a></p>
<p style="text-align:justify;" dir="LTR">Subhanallah inilah doa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> agar kita terhindar dari kesyirikan.</p>
<p style="text-align:justify;" dir="LTR">Para ulama juga menyebutkan –ketika menjelaskan hadits ini- bahwa seseorang bisa saja menjadi seorang musyrik (pelaku kesyirikan) sedangkan dia tidak ketahui atau tidak sadar. <em>Allahua’lam</em>.</p>
<p style="text-align:justify;" dir="LTR">Siapakah di antara kita yang lebih <em>afdhal</em> dari para Sahabat Nabi Muhammad <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em>? Tentu tidak ada. Akan tetapi Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> berkata dan mewanti-wanti mereka dengan sabdanya:</p>
<h3 style="text-align:justify;">إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمُ الشِّرْكُ الأَصْغَرُ قَالُوا : يَا رَسُولَ اللهِ وَمَا الشِّرْكُ الأَصْغَرُ ؟ قَالَ : الرِّيَاءُ إِنَّ اللَّهَ يَقُولُ : يَوْمَ تُجَازَى الْعِبَادُ بِأَعْمَالِهِمْ اذْهَبُوا إِلَى الَّذِينَ كُنْتُمْ تُرَاؤُونَ بِأَعْمَالِكُمْ فِي الدُّنْيَا ، فَانْظُرُوا هَلْ تَجِدُونَ عِنْدَهُمْ جَزَاءً.</h3>
<p style="text-align:justify;" dir="LTR">Artinya: “Sesungguhnya yang paling saya takutkan pada diri kalian adalah <em>asy-s</em><em>yirk </em><em>al-a</em><em>shghar</em> (syirik kecil). Kami (Para sahabat) pun berkata, “Ya Rasulullah! Apakah <em>asy-s</em><em>yirk </em><em>al-a</em><em>shghar</em> itu?” Beliau pun menjawab, “Dia adalah <em>riya’</em>. Sesungguhnya Allah <em>subhanahu wa ta&#8217;ala</em> berkata di hari pembalasan terhadap amalan-amalan manusia: Pergilah kalian kepada orang-orang yang kalian <em>riya</em><em>’</em>-i dengan amalan-amalan kalian di dunia! Lihatlah apakah kalian mendapatkan balasannya?”<a title="" href="#_ftn4">[4]</a></p>
<p style="text-align:justify;" dir="LTR">Siapa di antara kita yang lebih <em>afdhal</em> dari Nabi Ibrahim <em>‘alaihissalam</em>?</p>
<p style="text-align:justify;" dir="LTR">Beliau <em>‘alaihissalam</em> sangat takut bila terjatuh kepada perbuatan syirik, sehingga beliau berdoa dengan doa yang diabadikan Allah di dalam Al-Qur’an:</p>
<h3 style="text-align:justify;">وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الْأَصْنَامَ (35)</h3>
<p style="text-align:justify;" dir="LTR"> Artinya : <em>&#8221;Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: &#8220;Ya </em><em>Rabbi (</em><em>Tuhanku</em><em>)!</em><em> </em><em>J</em><em>adikanlah negeri Ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala.&#8221; </em>(QS Ibrahim : 35)</p>
<p style="text-align:justify;" dir="LTR">Oleh karena itu, kita harus lebih takut apabila kita terjatuh kepada kesyirikan daripada mereka. Tetapi hal ini banyak disepelekan oleh kebanyakan orang. Sebagai contoh, bagaimana menurut pendapat pembaca tentang orang yang memakai jimat di tangan, di leher atau di badannya?</p>
<p style="text-align:justify;" dir="LTR">Kebanyakan orang pada saat ini,  apabila ia menemukan saudaranya memakai gelang jimat di tangannya guna penyembuhan dari penyakit atau yang lainnya, kebanyakan orang tidak mengingkari hal tersebut. Akan tetapi, jika ia mendapatkan saudaranya berzina dan membunuh, maka ia sangat  menghinakan dan membesarkan hal tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;" dir="LTR">Penulis tidak mengatakan bahwa perbuatan zina dan pembunuhan adalah dosa yang kecil dan memang benar itu adalah perbuatan dosa besar dan kita wajib untuk memperhatikan hal tersebut dengan sungguh-sungguh dan menjauhinya. Akan tetapi, memakai gelang jimat adalah perkara yang lebih besar dan hina. Karena, dalam akidah (keyakinan) <em>ahlussunnah wal jama`ah</em>, pelaku dosa besar yang bertauhid tidak akan kekal dalam neraka. Akan tetapi, dia berada dibawah <em>masyi`ah</em> (kehendak) Allah. Apabila Allah mengehendaki untuk mengampuninya maka Dia akan mengampuninya. Apabila Ia mengehendaki untuk menyiksanya maka Ia akan menyiksanya.</p>
<p style="text-align:justify;" dir="LTR">Sedangkan pemakai  <em>halqah</em> (gelang jimat) untuk pengobatan maka ia telah berbuat kesyirikan, entah itu syirik kecil (<em>syirkul ashghar</em>) ataukah syirik besar (<em>syirkul akbar</em>).</p>
<p style="text-align:justify;" dir="LTR">Apabila ia memakai gelang tersebut berkeyakinan bahwa benda tersebut hanya merupakan sebab untuk menyembuhkan penyakitnya, maka ini termasuk kepada syirik kecil.</p>
<p style="text-align:justify;" dir="LTR">Sedangkan, apabila ia memakai benda tersebut dengan keyakinan bahwa benda tersebutlah yang memberikan kesembuhan dengan sendirinya, maka ini termasuk pada syirik besar. Pelakunya akan kekal selama-lamanya dalam neraka, apabila ia meninggal dengan keyakinan semacam ini. <em>Na`udzu billahi min dzaalik. </em></p>
<p style="text-align:justify;" dir="LTR">Ini adalah salah satu contoh di masyarakat kita. Masih banyak lagi contoh yang lain.</p>
<p style="text-align:justify;" dir="LTR">Oleh Karena itu, kalau kita melihat dakwahnya seluruh Rasul, maka kita akan mendapatkan bahwa mereka semua mendakwahkan tauhid, yaitu agar manusia hanya menyembah kepada Allah <em>subhanahu wa ta&#8217;ala</em>.</p>
<p style="text-align:justify;" dir="LTR">Allah <em>subhanahu wa ta&#8217;ala</em> berfirman:</p>
<h3 style="text-align:justify;">{ وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ }</h3>
<p style="text-align:justify;" dir="LTR">Artinya: “Dan telah kami utus pada setiap umat seorang Rasul untuk memerintahkan: Sembahlah Allah dan jauhilah thagut!” (QS An-Nahl : 36)</p>
<p style="text-align:justify;" dir="LTR">Dan juga firmannya:</p>
<h3 style="text-align:justify;">{ وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ }</h3>
<p style="text-align:justify;" dir="LTR">Artinya : &#8221;Dan Sesungguhnya Telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. &#8220;Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.&#8221; (QS Az-Zumar : 65)</p>
<p style="text-align:justify;" dir="LTR">Contoh yang harus diteladani kaum muslimin adalah Nabi kita sendiri, Nabi Muhammad <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em>. Beliau tidak pernah meninggalkan dakwah tauhid padahal beliau adalah seorang yang bertauhid. Beliau tidak pernah melupakan dakwah tauhid meskipun beliau berada dalam kepungan kaum musyrikin Mekah.</p>
<p style="text-align:justify;" dir="LTR">Beliau juga tidak pernah  berhenti membicarakannya meskipun beliau berada di kota Madinah dan hidup di antara para sahabatnya yang senantiasa menolongnya.</p>
<p style="text-align:justify;" dir="LTR">Oleh karena itu, meskipun umat ini telah mencapai derajat kesempurnaan dalam kesadaran mentauhidkan Rab-nya, kekurangan itu pasti akan muncul juga dalam diri  manusia.</p>
<p style="text-align:justify;" dir="LTR">Kekurangan yang paling keji adalah kekurangan dalam keikhlasan dan dalam penyepelean tauhid. Oleh karena itu, Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> tidak pernah diam untuk memperingatkan akan bahaya syirik sampai tiba hari-hari menjelang wafatnya. Padahal pada saat itu umat muslimin telah sampai kepada derajat tertinggi dalam mentauhidkan Rab mereka dan juga dalam persatuan di antara  mereka.</p>
<h3 style="text-align:justify;">عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا عَنْ النَّبِيِّ -صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- قَالَ فِي مَرَضِهِ الَّذِي مَاتَ فِيهِ: لَعَنَ اللَّهُ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى اتَّخَذُوا قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسْجِدًا.</h3>
<p style="text-align:justify;" dir="LTR">Artinya: Diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiallahu &#8216;anha, Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam berkata ketika dia sakit yang mengakibatkan wafatnya, “Mudahan Allah melaknat orang-orang Yahudi dan Nasrani, karena mereka telah menjadikan kuburan-kuburan para Nabi mereka sebagai masjid.”<a title="" href="#_ftn5">[5]</a></p>
<p style="text-align:justify;" dir="LTR">Subhanallah! Inilah Nabi kita shallallahu &#8216;alaihi wa sallam, beliau sangat takut jika umatnya terjatuh kepada kesyirikan setelah beliau wafat.</p>
<p style="text-align:justify;" dir="LTR">Dengan demikian, mudah-mudahan kita bisa sama-sama menyadari bahwa ilmu tauhid sangat penting untuk dipelajari. Oleh karena itu, untuk pembaca yang ingin mempelajari tauhid dari dasar, maka penulis menyarankan untuk membaca buku-buku berikut:</p>
<ol style="text-align:justify;" start="1">
<li>‘Al-Aqidah Al-Wasithiyah’ karya Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyah beserta kitab penjelasannya (syarh).</li>
<li>‘Kitab At-Tauhid’ dan kitab ‘Tiga Landasan Utama’ karya Syaikh Muhammad At-Tamimi beserta kitab penjelasannya.</li>
<li>‘Kitab Tauhid 1’, ‘Kitab Tauhid 2’ dan ‘Kitab Tauhid 3’ karya Syaikh Shalih Al-Fauzan dan kumpulan penulis.</li>
<li>Cara Mudah Memahami Aqidah karya Syaikh Abdullah bin ‘Abdil-‘aziz Al-Jibrin, Pustaka Tazkia.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;" dir="LTR">Dan jika bisa menghapalkan dalil-dalilnya maka itu lebih baik lagi.</p>
<p style="text-align:justify;" dir="LTR">Demikian, mudahan bermanfaat dan mudah-mudahan kita bisa menjadi hamba Allah yang bisa beribadah dengan ibadah teragung ini. Amin.</p>
<p style="text-align:justify;" dir="LTR"><em>Tamma bifadhlillahi wa karamihi.</em><em></em></p>
<p style="text-align:justify;" dir="LTR"><em> </em></p>
<p style="text-align:justify;" dir="LTR">(Diringkas dari berbagai sumber)</p>
<h3 style="text-align:justify;"><a href="http://jalansemut.files.wordpress.com/2011/08/ibadah-teragung-dalam-sejarah.pdf" target="_blank">Download Ebook</a></h3>
<div style="text-align:justify;">
<hr align="right" size="1" width="33%" />
<div>
<p dir="LTR"><a title="" href="#_ftnref1">[1]</a> Tafsir Al-Baghawi I/71.</p>
</div>
<div>
<p dir="LTR"><a title="" href="#_ftnref2">[2]</a> Al-Fawaid hal. 155-156. Ibnul-Qayyim.</p>
</div>
<div>
<p dir="LTR"><a title="" href="#_ftnref3">[3]</a> HR Al-Bukhari di Adabul-Mufrad no. 716. Di-shahih-kan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Adabil-Mufrad.</p>
</div>
<div>
<p dir="LTR"><a title="" href="#_ftnref4">[4]</a> HR Ahmad di Musnadnya no. 23630 dan yang lainnya. Isnadnya dinyatakan shahih oleh Syaikh Syu’aib.</p>
</div>
<div>
<p dir="LTR"><a title="" href="#_ftnref5">[5]</a> HR Al-Bukhari no. 1330</p>
</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jalansemut.wordpress.com/696/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jalansemut.wordpress.com/696/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jalansemut.wordpress.com/696/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jalansemut.wordpress.com/696/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jalansemut.wordpress.com/696/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jalansemut.wordpress.com/696/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jalansemut.wordpress.com/696/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jalansemut.wordpress.com/696/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jalansemut.wordpress.com/696/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jalansemut.wordpress.com/696/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jalansemut.wordpress.com/696/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jalansemut.wordpress.com/696/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jalansemut.wordpress.com/696/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jalansemut.wordpress.com/696/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jalansemut.wordpress.com&amp;blog=5196811&amp;post=696&amp;subd=jalansemut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jalansemut.wordpress.com/2011/08/28/teragung-dalam-sejarah-ust-said-yai-lc/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b3b047e001ed9529908241be3d29a2e1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">blogpribadiku</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jalansemut.files.wordpress.com/2011/08/nature-waitingforsunset.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">NATURE-WaitingForSunset</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MEMAKSIMALKAN IBADAH DI BULAN YANG PENUH BERKAH</title>
		<link>http://jalansemut.wordpress.com/2011/07/24/memaksimalkan-ibadah-di-bulan-yang-penuh-berkah/</link>
		<comments>http://jalansemut.wordpress.com/2011/07/24/memaksimalkan-ibadah-di-bulan-yang-penuh-berkah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Jul 2011 15:09:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blogpribadiku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[Download Ebook]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jalansemut.wordpress.com/?p=687</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Ustadz Abu Ahmad Said Yai, Lc.   Tidak terasa bulan yang kita nanti-nanti datang juga. Bulan yang kesembilan dalam kalender Hijriah. Bulan Ramadhan, itulah nama bulan ini sebagaimana yang disebutkan oleh Allah di dalam Al-Qur’an. Bulan ini memiliki banyak keutamaan, di antaranya adalah sebagai berikut: 1.    Al-Qur’an diturunkan oleh Allah pada bulan Ramadhan. 2.    [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jalansemut.wordpress.com&amp;blog=5196811&amp;post=687&amp;subd=jalansemut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;" align="center"><strong>Oleh: </strong><a href="http://kajiansaid.wordpress.com/"><strong>Ustadz Abu Ahmad </strong><strong>Said Yai</strong><strong>, Lc.</strong></a></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://jalansemut.files.wordpress.com/2011/07/ramadan1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-702" title="ramadan1" src="http://jalansemut.files.wordpress.com/2011/07/ramadan1.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></a>Tidak terasa bulan yang kita nanti-nanti datang juga. Bulan yang kesembilan dalam kalender Hijriah. Bulan <em>Ramadhan</em>, itulah nama bulan ini sebagaimana yang disebutkan oleh Allah di dalam Al-Qur’an.</p>
<p style="text-align:justify;">Bulan ini memiliki banyak keutamaan, di antaranya adalah sebagai berikut:</p>
<p style="text-align:justify;">1.    Al-Qur’an diturunkan oleh Allah pada bulan <em>Ramadhan</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">2.    Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> juga diutus pada bulan <em>Ramadhan</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">3.    Pada bulan <em>Ramadhan</em> setan-setan akan dibelenggu, seluruh pintu-pintu neraka ditutup dan seluruh pintu-pintu surga dibuka oleh Allah <em>subhanahu wa ta&#8217;ala</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">4.    Beramal di bulan <em>Ramadhan</em> bisa menghapuskan dosa-dosa antara <em>Ramadhan</em> yang lalu dengan <em>Ramadhan</em> yang sekarang. Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda:</p>
<h3 style="text-align:justify;"> (( الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِر)).</h3>
<p style="text-align:justify;">Artinya: “<em>Shalat</em> lima waktu, <em>Jum’at</em> yang satu dengan <em>Jum’at</em> yang lainnya dan <em>Ramadhan</em> yang satu dengan <em>Ramadhan</em> yang lainnya dapat menghapuskan dosa di antara (waktu-waktu) tersebut jika menjauhi dosa-dosa besar.” (HR. Muslim)</p>
<p style="text-align:justify;">Dan masih banyak sekali keutamaan-keutamaan bulan yang penuh berkah ini.</p>
<p><span id="more-687"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Berkaitan dengan bulan <em>Ramadhan</em>, Malaikat Jibril <em>‘alaihissalam</em> pernah berdoa agar orang yang mendapatkan bulan <em>Ramadhan</em> tetapi dosa-dosanya tidak diampuni maka dia akan mendapatkan kerugian dan kehinaan yang besar. Hal tersebut ternyata diaminkan oleh Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> sebagaimana dijelaskan pada <em>hadits</em> berikut:</p>
<h3 style="text-align:justify;">عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَقِيَ الْمِنْبَرَ فَقَالَ: (( آمِينَ ، آمِينَ ، آمِينَ ))، فَقِيلَ لَهُ : (( يَا رَسُولَ اللَّهِ ! مَا كُنْتَ تَصْنَعُ هَذَا؟ )) فَقَالَ : (( قَالَ لِي جِبْرِيلُ : أَرْغَمَ اللَّهُ أَنْفَ عَبْدٍ &#8211; أَوْ بَعُدَ &#8211; دَخَلَ رَمَضَانَ فَلَمْ يُغْفَرْ لَهُ ، فَقُلْتُ : آمِينَ &#8230;إلخ )).</h3>
<p style="text-align:justify;">Artinya: Diriwayatkan dari Abu Hurairah <em>radhiallahu &#8216;anhu</em> bahwasanya Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> pernah menaiki mimbar seraya berkata, “Amin! Amin! Amin!” Setelah itu Beliau <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> pun ditanya, “Apa yang tadi engkau lakukan?” Beliau <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> pun menjawab, “Jibril berkata kepadaku, ‘Mudah-mudahan Allah menghinakan seorang hamba yang telah memasuki <em>Ramadhan</em> tetapi dia tidak diampuni.’ Aku pun mengatakan, ‘Amin.’&#8230;”  (HR. Ibnu Khuzaimah di <em>Shahih</em>-nya, Ibnu Hibban di <em>Shahih</em>-nya dan yang lainnya. <em>Hadits</em> ini di-<em>shahih</em>-kan oleh Syaikh Al-Albani di <em>Shahih At-Targhib wa At-Tarhib</em>)</p>
<p style="text-align:justify;">Mudah-mudahan kita tidak termasuk orang yang merugi dan dihinakan oleh Allah <em>subhanahu wa ta&#8217;ala</em>. Amin. Oleh karena itu, penting sekali penulis mengingatkan diri penulis dan pembaca agar dapat memanfaatkan bulan <em>Ramadhan</em> ini semaksimal mungkin.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk memaksimalkan ibadah kita di bulan ini banyak sekali amalan-amalan yang dapat kita lakukan. Akan tetapi, sebelum penulis menyebutkan semua amalan tersebut, sebaiknya kita mengetahui dua syarat suatu amalan akan diterima oleh Allah <em>subhanahu wa ta&#8217;ala</em>. Dua syarat tersebut adalah:</p>
<p style="text-align:justify;">1.    Ikhlas dan  lawannya adalah syirik</p>
<p style="text-align:justify;">Seluruh amalan kita harus hanya diserahkan kepada Allah dan tidak boleh dipalingkan kepada selain-Nya . Termasuk bentuk syirik adalah riya’ (pamer dan ingin dipuji).</p>
<p style="text-align:justify;">2.    Mengikuti petunjuk Nabi <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> dan tidak mengadakan hal yang baru di dalam agama.</p>
<p style="text-align:justify;">Berikut ini adalah amalan-amalan yang kita lakukan di bulan <em>Ramadhan</em> beserta sedikit penjelasannya:</p>
<p style="text-align:justify;">1.    <em>Shaum/Shiyam</em>/Puasa</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Shaum Ramadhan</em> hukumnya wajib dikerjakan oleh semua kaum muslimin dan muslimat yang <em>baligh</em> dan berakal terkecuali orang-orang yang memiliki <em>‘</em><em>udzur</em><em>,</em> seperti: sakit, safar (perjalanan jauh), <em>haidh</em>, nifas dll. Allah <em>subhanahu wa ta&#8217;ala</em> berfirman:</p>
<h3 style="text-align:justify;">{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ}</h3>
<p style="text-align:justify;">Artinya: “Hai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertakwa.” (QS. Al-Baqarah : 183)</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Shaum</em>/puasa memiliki banyak keutamaan, di antaranya disebutkan pada hadits berikut:</p>
<h3 style="text-align:justify;">عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو : أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : (( الصِّيَامُ وَالْقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ، يَقُولُ الصِّيَامُ : أَيْ رَبِّ ، مَنَعْتُهُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَاتِ بِالنَّهَارِ ، فَشَفِّعْنِي فِيهِ ، وَيَقُولُ الْقُرْآنُ : مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِاللَّيْلِ ، فَشَفِّعْنِي فِيهِ ، قَالَ : فَيُشَفَّعَانِ.))</h3>
<p style="text-align:justify;">Artinya: Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Amr bahwasanya Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda, “Puasa dan Al-Qur’an akan memberikan syafaat kepada seorang hamba di hari kiamat. Puasa akan berkata, ‘Wahai <em>Rabb</em><em>-</em>ku! Saya telah menghalanginya dari makanan dan (memenuhi) syahwatnya di siang hari. Berilah saya izin untuk memberi syafaat untuknya. Al-Qur’an pun berkata, ‘Saya telah menghalanginya untuk tidur di malam hari. Berilah saya izin untuk memberi syafaat untuknya.’ Akhirnya mereka pun dapat memberikan syafaat.” (HR. Ahmad di <em>Musnad</em>-nya, Al-Hakim di <em>Al-Mustadrak</em>, Al-Baihaqi di <em>Syu’abul-Iman</em> dan yang lainnya. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani di <em>Misykatul-Mashabih</em>)</p>
<p style="text-align:justify;">Agar puasa kita bisa mendapatkan hasil yang maksimal hendaknya memperhatikan hal-hal berikut:</p>
<p style="text-align:justify;">a.    Hendaknya bersahur</p>
<p style="text-align:justify;">Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda:</p>
<h3 style="text-align:justify;">(( تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً ))</h3>
<p style="text-align:justify;">Artinya: “Bersahurlah kalian sesungguhnya pada sahur itu terdapat keberkahan.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)</p>
<p style="text-align:justify;">b.    Hendaknya mengakhirkan sahurnya sampai dekat waktu subuh. Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> selalu mengakhirkan sahurnya, sehingga jarak antara waktu sahur dengan shalat adalah sepanjang bacaan lima puluh ayat (sekitar sepuluh menit). Banyak orang yang melalaikan hal ini. Bahkan sebagian masyarakat di suatu daerah tidak lagi bersahur karena sudah menjadi adat-kebiasaan mereka. Padahal sahur adalah pembeda antara puasa kita dengan puasa umat-umat sebelum kita.</p>
<p style="text-align:justify;">c.     Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersahur dengan <em>tamr</em> (kurma). Beliau <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> mengatakan,</p>
<h3 style="text-align:justify;">(( نِعْمَ سَحُورُ الْمُؤْمِنِ التَّمْرُ ))</h3>
<p style="text-align:justify;">Artinya: “Hidangan sahur yang paling baik adalah kurma.”  (HR. Abu Dawud. Di-<em>shahih</em>-kan oleh Syaikh Al-Albani di <em>Shahih Sunan Abi Dawud</em>)</p>
<p style="text-align:justify;">d.    Tidak perlu melafazkan niat ketika bersahur. Karena niat tempatnya adalah di hati.</p>
<p style="text-align:justify;">e.    Ketika siang hari di bulan <em>Ramadhan</em>, selain mengerjakan hal-hal yang wajib dan menghindari hal-hal yang membatalkan puasa, hendaknya memperbanyak amalan-amalan sunnah dan meninggalkan hal-hal yang dimakruhkan apalagi yang diharamkan.</p>
<p style="text-align:justify;">f.     Hendaknya memperbanyak berdoa ketika berpuasa. Karena ini termasuk waktu yang mustajab (dikabulkan).</p>
<p style="text-align:justify;">g.    Ketika hampir masuk waktu <em>Maghrib</em>, hendaknya benar-benar telah mempersiapkan diri untuk berbuka, sehingga mendapat keutamaan berbuka di awal waktu dan tidak mengakhirkannya.</p>
<p style="text-align:justify;">h.    Ketika berbuka hendaknya berdoa dengan doa berikut:</p>
<h3 style="text-align:justify;">(( ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ ))</h3>
<p style="text-align:justify;">Artinya: “Dahaga telah pergi. Kerongkongan telah basah. Pahala telah ditetapkan. Insya Allah.” (HR. Abu Dawud. Di-<em>shahih</em>-kan oleh Syaikh Al-Albani di <em>Shahih Sunan Abi Dawud</em>)</p>
<p style="text-align:justify;">i.      Di-<em>sunnah</em>-kan berbuka dengan ruthab (kurma basah). Jika tidak ada, maka digantikan dengan <em>tamr</em> (kurma kering). Jika tidak ada, maka cukup digantikan dengan air.</p>
<p style="text-align:justify;">j.      Jika berbuka di tempat orang lain hendaknya membaca doa:</p>
<h3 style="text-align:justify;">(( أَفْطَرَ عِنْدَكُمُ الصَّائِمُونَ ، وَأَكَلَ طَعَامَكُمُ الأَبْرَارُ ، وَصَلَّتْ عَلَيْكُمُ الْمَلاَئِكَةُ.))</h3>
<p style="text-align:justify;">Artinya: Orang-orang yang berpuasa telah berbuka di sisi kalian. Orang-orang bertakwa telah memakan makanan kalian. Dan para Malaikat berdoa untuk kalian. (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah. Di-<em>shahih</em>-kan  oleh Syaikh Al-Albani di <em>Shahih Sunan Ibni Majah</em>)</p>
<p style="text-align:justify;">k.    Di-<em>sunnah</em>-kan juga menyediakan makanan pembuka puasa untuk orang-orang lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda:</p>
<h3 style="text-align:justify;">(( مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا فَلَهُ مِثْلُ أَجْرُهُ ، إِنَّهُ لاَ يَنْتَقِصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْءٌ ))</h3>
<p style="text-align:justify;">Barang siapa yang memberi makanan pembuka orang yang berpuasa, maka dia akan mendapatkan pahalanya tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikit pun.  (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah. Di-<em>shahih</em>-kan oleh Syaikh Al-Albani di <em>Shahih Sunan Ibni Majah</em>)</p>
<p style="text-align:justify;">Inilah beberapa hal yang hendaknya kita lakukan ketika kita bersahur, berpuasa dan berbuka.</p>
<p style="text-align:justify;">2.    Shalat <em>Tarawih</em>/<em>Qiyam Ramadhan</em></p>
<p style="text-align:justify;">Setelah <em>Isya’</em> sampai waktu <em>Subuh</em> di-<em>sunnah</em>-kan mengerjakan shalat <em>Tarawih</em>. Jumhur ulama memandang bahwa shalat <em>Tarawih</em> di-<em>sunnah</em>-kan secara berjamah. Inilah yang dikerjakan dari masa ke masa. Sebenarnya waktu yang paling <em>afdhal</em> untuk mengerjakannya adalah di sepertiga malam yang terakhir. Hal ini banyak orang yang melupakannya. Akan tetapi, jika merasa berat untuk mengerjakannya, maka bisa dikerjakan langsung  setelah shalat <em>Isya’</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda:</p>
<h3 style="text-align:justify;">(( مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ.))</h3>
<p style="text-align:justify;">Artinya: “Barang siapa yang mendirikan shalat malam di bulan <em>Ramadhan</em> dengan keimanan dan mengharapkan ganjarannya, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.“ (HR. Al-Bukhari dan Muslim)</p>
<p style="text-align:justify;">Hendaknya kita tidak mempermasalahkan jumlah rakaat yang dikerjakan di tiap-tiap masjid. Dan hendaknya kita bisa berlapang dada dalam menerima perbedaan tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>3.    </em><em>‘Umrah</em></p>
<p style="text-align:justify;">Untuk orang-orang yang diberi harta lebih, maka sebaiknya mengisi <em>Ramadhan</em> dengan berumrah ke Mekkah. Pahala umrah di bulan <em>Ramadhan</em> sangatlah besar dan sama seperti pahala orang yang mengerjakan haji. Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda:</p>
<h3 style="text-align:justify;">(( عُمْرَةٌ فِي رَمَضَانَ تَعْدِلُ حَجَّةً. ))</h3>
<p style="text-align:justify;">Artinya: “Umrah di bulan <em>Ramadhan</em> seperti haji.” (HR At-Tirmidzi dan Ibnu Majah. Di-<em>shahih</em>-kan oleh Syaikh Al-Albani di <em>Shahih Sunan Ibni Majah</em>)</p>
<p style="text-align:justify;">4.    Mencari <em>Lailatul-qadr</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Laitul-Qadr</em> adalah satu malam di bulan Ramadhan yang pada malam itu para malaikat turun. Lailatul-Qadr tidak diketahui kapan akan terjadi di tiap tahunnya. Akan tetapi, Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> telah mengabarkan bahwa malam itu terdapat di antara sepuluh hari terakhir di bulan <em>Ramadhan</em>. Pada malam itu seluruh bentuk amalan akan dinilai lebih baik dari amalan-amalan seribu bulan. Waktu yang sedikit tetapi dilipatgandakan oleh Allah <em>subhanahu wa ta&#8217;ala</em>. Ini berlaku untuk semua orang. Oleh karena itu, para salaf (orang terdahulu) mengisi malam-malam di akhir <em>Ramadhan</em> dengan beribadah dan tidak tidur.</p>
<p style="text-align:justify;">Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> menyebutkan keutamaan menghidupkan malam <em>lailatul-qadr</em>:</p>
<h3 style="text-align:justify;">(( مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِ ))</h3>
<p style="text-align:justify;">Artinya: “Barang siapa yang mendirikan (ibadah) di malam lailatul-qadr karena keimanan dan mengharapkan ganjarannya, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Al-Bukhari)</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagian kaum muslimin salah dalam memahami <em>lailatul-qadr</em> ini, sebagian memandang bahwa pada malam itu akan diturunkan cahaya untuk satu orang yang dipilih oleh Allah, sehingga pada kemudian harinya dia menjadi orang memiliki banyak kesaktian/keanehan.</p>
<p style="text-align:justify;">Pemahaman seperti itu salah dan harus diluruskan.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>5.    </em><em>I’tikaf</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>I’tikaf</em> adalah tinggal di dalam masjid dan tidak keluar darinya sampai waktu tertentu dengan niat ibadah kepada Allah. Dengan ber-<em>i’tikaf</em> kita tidak hanya bisa mencari <em>lailatul-qadr</em>, memfokuskan diri untuk beribadah dan meninggalkan urusan-urusan dunia, tetapi kita juga bisa meneladani Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em>.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Sunnah i’tikaf</em> ini banyak ditinggalkan oleh mayoritas kaum muslimin di seluruh dunia. Padahal para khatib <em>Jum’at</em> dan para penceramah setiap tahunnya menyebutkan keutamaannya. Seharusnya para pemuka agama tidak hanya dapat berbicara di atas mimbar, tetapi juga harus menunjukkan peraktek langsungnya di masyarakat. Jika para pemuka agama beri’tikaf, insya Allah orang-orang yang lain juga akan mengikutinya. Sebaiknya seluruh instansi dan perusahaan yang ada di masyarakat kita meliburkan kegiatannya pada hari-hari ini dan menganjurkan kepada seluruh pegawainya untuk ber-<em>i’tikaf</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Orang yang sudah biasa mengerjakan amalan ini insya Allah akan merasa ada yang kurang jika dia mendapatkan bulan Ramadhan tetapi belum beri’tikaf. Apakah Anda ingin menjadi salah satunya?</p>
<p style="text-align:justify;">6.    Banyak membaca dan mempelajari Al-Qur’an</p>
<p style="text-align:justify;">Bulan ini adalah kesempatan yang sangat besar untuk meluangkan waktu membaca dan mempelajari Al-Qur’an. Bagi yang belum bisa membaca Al-Qur’an, maka sebaiknya segera mempelajarinya. Bagi yang bisa membaca, diusahakan untuk menkhatamkan Al-Qur’an. Bagi yang sudah lancar, diusahakan untuk mengkhatamkan beberapa kali dalam satu bulan. Jika telah bisa mengkhatamkan dua kali, diusahakan untuk mengkhatamkan tiga kali, kemudian empat kali, kemudian lima kali dan seterusnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain membaca diusahakan juga untuk memahami kandungan makna Al-Qur’an, baik dengan membaca terjemahan Al-Qur’an atau buku tafsir.</p>
<p style="text-align:justify;">7.    Memperbanyak seluruh amalan kebajikan</p>
<p style="text-align:justify;">Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> ketika berada di bulan <em>Ramadhan</em> sangatlah baik. Kebaikan beliau pada bulan ini lebih baik daripada kebaikan-kebaikannya di bulan yang lain. Beliau sangat mudah berinfak dan membantu orang lain pada bulan ini sebagaimana dijelaskan oleh pada hadits Ibnu ‘Abbas. Sampai-sampai Ibnu Abbas membuat permisalan ‘Kebaikan beliau lebih cepat dari pada angin (hujan) yang bertiup kencang’. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)</p>
<p style="text-align:justify;">Inilah beberapa hal yang bisa penulis sampaikan. Mudah-mudahan kita bisa memaksimalkan ibadah-ibadah kita di bulan Ramadhan ini. Dan mudah-mudahan kita termasuk hamba-hamba Allah yang diampuni dosa-dosanya. Amin.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Tamma bi fadhlillahi wa karamihi.</em> Mudahan bermanfaat.</p>
<h4 style="text-align:justify;"><a href="http://kajiansaid.files.wordpress.com/2011/07/maksimalkan-ibadah-di-bulan-berkah.pdf">Download Ebook</a></h4>
<p style="text-align:justify;"><strong>Daftar Pustaka</strong></p>
<p style="text-align:justify;">1.    <em>Hadyun-Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam fi Ramadhan</em>. Sami bin Muhammad.</p>
<p style="text-align:justify;">2.    <em>Istiqbalul-Muslimin li Ramadhan</em>. ‘Athiyah Muhammad Salim.</p>
<p style="text-align:justify;">3.    <em>Ramadhan Kaifa Nastaqbiluhu wa Kaifa Naghtanimuhu?</em>. As-Sayyid Al-Arabi  bin Kamal.</p>
<p style="text-align:justify;">4.    <em>Taujihat Ramadhaniyah</em>. Ibnu Abdillah Az-Zuhairi.</p>
<p style="text-align:justify;">5.    Buku-buku lain yang telah disebutkan di makalah ini.</p>
<p style="text-align:justify;" align="center"> (Artikel Majalah Lentera Qolbu edisi Ramadhan tahun I)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jalansemut.wordpress.com/687/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jalansemut.wordpress.com/687/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jalansemut.wordpress.com/687/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jalansemut.wordpress.com/687/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jalansemut.wordpress.com/687/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jalansemut.wordpress.com/687/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jalansemut.wordpress.com/687/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jalansemut.wordpress.com/687/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jalansemut.wordpress.com/687/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jalansemut.wordpress.com/687/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jalansemut.wordpress.com/687/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jalansemut.wordpress.com/687/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jalansemut.wordpress.com/687/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jalansemut.wordpress.com/687/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jalansemut.wordpress.com&amp;blog=5196811&amp;post=687&amp;subd=jalansemut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jalansemut.wordpress.com/2011/07/24/memaksimalkan-ibadah-di-bulan-yang-penuh-berkah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b3b047e001ed9529908241be3d29a2e1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">blogpribadiku</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jalansemut.files.wordpress.com/2011/07/ramadan1.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">ramadan1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KAJIAN ISLM ILMIYAH PALEMBANG BERSAMA UST. ABU QOTADAH</title>
		<link>http://jalansemut.wordpress.com/2011/04/29/kajian-islm-ilmiyah-palembang-bersama-ust-abu-qotadah/</link>
		<comments>http://jalansemut.wordpress.com/2011/04/29/kajian-islm-ilmiyah-palembang-bersama-ust-abu-qotadah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Apr 2011 02:33:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blogpribadiku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengumuman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jalansemut.wordpress.com/?p=682</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah, Ikutilah dauroh ilmiyyah yang akan diisi oleh Ustadz Abu Qatadah. . . InsyaAlloh akan dimulai pada tanggal 28 April 2011 atau 24 Jumadil Ula 1432. . Rincian tempat dan waktu bisa dilihat pada gambar panflet. . diharapkan kehadiran ikhwan/akhwat sekalian pada majelis yang penuh barokah ini-InsyaAlloh.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jalansemut.wordpress.com&amp;blog=5196811&amp;post=682&amp;subd=jalansemut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_683" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://jalansemut.files.wordpress.com/2011/04/230026_211944505501885_100000590106724_747978_3886482_n.jpg"><img class="size-medium wp-image-683 " title="DAUROH PALEMBANG UST. ABU QOTADAH" src="http://jalansemut.files.wordpress.com/2011/04/230026_211944505501885_100000590106724_747978_3886482_n.jpg?w=300&#038;h=195" alt="" width="300" height="195" /></a><p class="wp-caption-text">Klik gambar untuk perbesar</p></div>
<h5>Bismillah, Ikutilah dauroh ilmiyyah yang akan diisi oleh Ustadz Abu Qatadah. . .</p>
<p>InsyaAlloh akan dimulai pada tanggal 28 April 2011 atau 24 Jumadil Ula 1432. .</p>
<p>Rincian tempat dan waktu bisa dilihat pada gambar panflet. .</p>
<p>diharapkan kehadiran ikhwan/akhwat sekalian pada majelis yang penuh barokah ini-InsyaAlloh.</h5>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jalansemut.wordpress.com/682/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jalansemut.wordpress.com/682/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jalansemut.wordpress.com/682/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jalansemut.wordpress.com/682/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jalansemut.wordpress.com/682/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jalansemut.wordpress.com/682/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jalansemut.wordpress.com/682/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jalansemut.wordpress.com/682/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jalansemut.wordpress.com/682/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jalansemut.wordpress.com/682/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jalansemut.wordpress.com/682/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jalansemut.wordpress.com/682/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jalansemut.wordpress.com/682/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jalansemut.wordpress.com/682/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jalansemut.wordpress.com&amp;blog=5196811&amp;post=682&amp;subd=jalansemut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jalansemut.wordpress.com/2011/04/29/kajian-islm-ilmiyah-palembang-bersama-ust-abu-qotadah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b3b047e001ed9529908241be3d29a2e1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">blogpribadiku</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jalansemut.files.wordpress.com/2011/04/230026_211944505501885_100000590106724_747978_3886482_n.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">DAUROH PALEMBANG UST. ABU QOTADAH</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Daurah Palembang Bedah Buku BERSAMA SANG KEKASIH DI SURGA oleh Ustadz Said Yai Lc [Ahad, 29 Rabi&#039;ul Tsani 1432 H / 3 April 2011 M]</title>
		<link>http://jalansemut.wordpress.com/2011/03/28/daurah-palembang-bedah-buku-bersama-sang-kekasih-di-surga-oleh-ustadz-said-yai-lc-ahad-29-rabiul-tsani-1432-h-3-april-2011-m/</link>
		<comments>http://jalansemut.wordpress.com/2011/03/28/daurah-palembang-bedah-buku-bersama-sang-kekasih-di-surga-oleh-ustadz-said-yai-lc-ahad-29-rabiul-tsani-1432-h-3-april-2011-m/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Mar 2011 14:35:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blogpribadiku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[Pengumuman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jalansemut.wordpress.com/?p=675</guid>
		<description><![CDATA[Mungkinkah kita bertemu dengan sang kekasih di surga nanti?? Kekasih yang kita cinta di dunia, kekasih yang kita damba. Kekasih yang mengetahui segala keinginan kita, kekasih yang mengerti setiap kebutuhan kita. Kekasih yang selalu kita impikan, di dunia dan di akhirat. Temukanlah kekasih anda! Dapatkan cintanya! Cinta yang dengannya anda merasakan manisnya hidup. Cinta sejati [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jalansemut.wordpress.com&amp;blog=5196811&amp;post=675&amp;subd=jalansemut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jalansemut.files.wordpress.com/2011/03/dauroh-ustad-said.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-676" title="dauroh ustad said" src="http://jalansemut.files.wordpress.com/2011/03/dauroh-ustad-said.jpg?w=211&#038;h=300" alt="Klik Gambar Perbesar" width="211" height="300" /></a></p>
<blockquote><p><strong>Mungkinkah kita bertemu dengan sang kekasih di surga nanti??</strong><br />
<strong>Kekasih yang kita cinta di dunia,</strong><br />
<strong>kekasih yang kita damba.</strong><br />
<strong>Kekasih yang mengetahui segala keinginan kita,</strong><br />
<strong>kekasih yang mengerti setiap kebutuhan kita.</strong><br />
<strong>Kekasih yang selalu kita impikan, di dunia dan di akhirat.</strong></p>
<blockquote><p><strong>Temukanlah kekasih anda!</strong><br />
<strong>Dapatkan cintanya! Cinta yang dengannya anda merasakan manisnya hidup.</strong><br />
<strong>Cinta sejati yang tidak lekang dan tak kan pernah usang.</strong><br />
<strong>Cinta di dunia dan di akhirat, kekasih di dunia dan di akhirat.</strong><br />
<strong>Temukanlah cinta sejati anda!</strong><br />
<strong>Cintailah kekasih anda,</strong><br />
<strong>dan rasakan cinta sejatinya!</strong></p></blockquote>
<p><strong><br />
</strong></p></blockquote>
<p>Bismillahi washshalatu wassalamu ‘ala rasulillahi wa ‘ala alihi wa ashhabihi wa man tabi’ahum bi ihsanin ila yaumi al-qiyamah. Amma ba’du</p>
<p>Ikhwani wa akhwati fillah, hadirilah kajian islam ilmiyah dengan tema kajian bedah buku bersama pembicara sekaligus penulis buku <strong>BERSAMA SANG KEKASIH DI SURGA</strong>, Al-Ustadz Said Yai Ardiansyah Lc pada hari Ahad, 29 Rabi’ul Tsani 1432 H / 3 April 2011 M di Masjid Al-Imam Asy-Syafi’i Plaju Palembang Jl. Ki Anwar Mangku Lr Asri Kelurahan Sentosa Plaju Palembang.</p>
<p>Acara insyaAllah dimulai jam 09.00 hingga selesai.</p>
<p>Dapatkan bukunya dengan harga terbaik sebelum acara dimulai (diskon hingga 50%). Persediaan Terbatas!!!</p>
<p><strong>Informasi:</strong><br />
Al-Akh Abu Husain Hasbi (081368430430)<br />
Al-Akh Ibnu Zuhri Fathurrahman (085640040340)<br />
Al-Akh Ibnu Yusuf Muharram (081977761609)</p>
<p>Acara ini hasil kerja sama Panitia Daurah Masjid Al-Imam Asy-Syafi’i Plaju dengan Yayasan Ittaba’us Sunnah Palembang.</p>
<p><strong>Gratis untuk Umum… </strong></p>
<p><strong><a href="http://addimaky.wordpress.com/2011/03/26/daurah-palembang-bedah-buku-bersama-sang-kekasih-di-surga-oleh-ustadz-said-yai-lc-ahad-29-rabiul-tsani-1432-h-3-april-2011-m/#more-2222" target="_blank">Sumber</a><br />
</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jalansemut.wordpress.com/675/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jalansemut.wordpress.com/675/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jalansemut.wordpress.com/675/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jalansemut.wordpress.com/675/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jalansemut.wordpress.com/675/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jalansemut.wordpress.com/675/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jalansemut.wordpress.com/675/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jalansemut.wordpress.com/675/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jalansemut.wordpress.com/675/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jalansemut.wordpress.com/675/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jalansemut.wordpress.com/675/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jalansemut.wordpress.com/675/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jalansemut.wordpress.com/675/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jalansemut.wordpress.com/675/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jalansemut.wordpress.com&amp;blog=5196811&amp;post=675&amp;subd=jalansemut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jalansemut.wordpress.com/2011/03/28/daurah-palembang-bedah-buku-bersama-sang-kekasih-di-surga-oleh-ustadz-said-yai-lc-ahad-29-rabiul-tsani-1432-h-3-april-2011-m/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b3b047e001ed9529908241be3d29a2e1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">blogpribadiku</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jalansemut.files.wordpress.com/2011/03/dauroh-ustad-said.jpg?w=211" medium="image">
			<media:title type="html">dauroh ustad said</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hadirilah Dauroh Ilmiah &#8220;Kewajiban Taat Kepada Pemimpin/Penguasa</title>
		<link>http://jalansemut.wordpress.com/2011/03/01/hadirilah-dauroh-ilmiah-kewajiban-taat-kepada-pemimpinpenguasa/</link>
		<comments>http://jalansemut.wordpress.com/2011/03/01/hadirilah-dauroh-ilmiah-kewajiban-taat-kepada-pemimpinpenguasa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Mar 2011 06:40:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blogpribadiku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jalansemut.wordpress.com/?p=671</guid>
		<description><![CDATA[HADIRILAAH KAJIAN ISLAM ILMIAH Dengan Tema : Kewajiban Taat Kepada Pemimpin/Penguasa Bersama Ust. Abu Qotadah Ahad 06 Maret 2011 Di Gedung Serba Guna RS A.R Bunda Prabumulih Sum-Sel Untuk UMUM. Gratis.!!!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jalansemut.wordpress.com&amp;blog=5196811&amp;post=671&amp;subd=jalansemut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jalansemut.files.wordpress.com/2011/03/brosur.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-672" title="Brosur" src="http://jalansemut.files.wordpress.com/2011/03/brosur.jpg?w=210&#038;h=300" alt="Klik Gambar Untuk Perbesar" width="210" height="300" /></a> HADIRILAAH KAJIAN ISLAM ILMIAH</p>
<p>Dengan Tema : Kewajiban Taat Kepada Pemimpin/Penguasa</p>
<p>Bersama Ust. Abu Qotadah</p>
<p>Ahad 06 Maret 2011</p>
<p>Di Gedung Serba Guna RS A.R Bunda Prabumulih Sum-Sel</p>
<p>Untuk UMUM. Gratis.!!!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jalansemut.wordpress.com/671/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jalansemut.wordpress.com/671/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jalansemut.wordpress.com/671/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jalansemut.wordpress.com/671/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jalansemut.wordpress.com/671/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jalansemut.wordpress.com/671/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jalansemut.wordpress.com/671/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jalansemut.wordpress.com/671/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jalansemut.wordpress.com/671/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jalansemut.wordpress.com/671/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jalansemut.wordpress.com/671/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jalansemut.wordpress.com/671/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jalansemut.wordpress.com/671/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jalansemut.wordpress.com/671/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jalansemut.wordpress.com&amp;blog=5196811&amp;post=671&amp;subd=jalansemut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jalansemut.wordpress.com/2011/03/01/hadirilah-dauroh-ilmiah-kewajiban-taat-kepada-pemimpinpenguasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b3b047e001ed9529908241be3d29a2e1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">blogpribadiku</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jalansemut.files.wordpress.com/2011/03/brosur.jpg?w=210" medium="image">
			<media:title type="html">Brosur</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hadirilah Dauroh Ilmiyyah Islamiyyah Palembang &#8220;Prinsip-Prinsip Al-Imam Asy-Syafi&#8217;i Dalam Beragama&#8221; &#8211; Al-Ustadz DR. Muhammad Nur Ihsan, MA</title>
		<link>http://jalansemut.wordpress.com/2011/01/14/hadirilah-dauroh-ilmiyyah-islamiyyah-prinsip-prinsip-al-imam-asy-syafii-dalam-beragama-al-ustadz-dr-muhammad-nur-ihsan-ma/</link>
		<comments>http://jalansemut.wordpress.com/2011/01/14/hadirilah-dauroh-ilmiyyah-islamiyyah-prinsip-prinsip-al-imam-asy-syafii-dalam-beragama-al-ustadz-dr-muhammad-nur-ihsan-ma/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Jan 2011 02:06:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blogpribadiku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengumuman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jalansemut.wordpress.com/?p=661</guid>
		<description><![CDATA[Download Pamplet<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jalansemut.wordpress.com&amp;blog=5196811&amp;post=661&amp;subd=jalansemut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jalansemut.files.wordpress.com/2011/01/163429_185145398181796_100000590106724_571694_7591623_n.jpg"></a><a href="http://jalansemut.files.wordpress.com/2011/01/dauroh-palembang-19shofar.jpg"><img class="size-full wp-image-668 aligncenter" title="Dauroh-Palembang-19Shofar" src="http://jalansemut.files.wordpress.com/2011/01/dauroh-palembang-19shofar.jpg?w=521&#038;h=736" alt="" width="521" height="736" /></a></p>
<p><a href="http://jalansemut.files.wordpress.com/2011/01/dauroh-palembang-19shofar.jpg">Download Pamplet</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jalansemut.wordpress.com/661/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jalansemut.wordpress.com/661/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jalansemut.wordpress.com/661/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jalansemut.wordpress.com/661/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jalansemut.wordpress.com/661/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jalansemut.wordpress.com/661/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jalansemut.wordpress.com/661/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jalansemut.wordpress.com/661/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jalansemut.wordpress.com/661/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jalansemut.wordpress.com/661/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jalansemut.wordpress.com/661/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jalansemut.wordpress.com/661/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jalansemut.wordpress.com/661/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jalansemut.wordpress.com/661/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jalansemut.wordpress.com&amp;blog=5196811&amp;post=661&amp;subd=jalansemut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jalansemut.wordpress.com/2011/01/14/hadirilah-dauroh-ilmiyyah-islamiyyah-prinsip-prinsip-al-imam-asy-syafii-dalam-beragama-al-ustadz-dr-muhammad-nur-ihsan-ma/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b3b047e001ed9529908241be3d29a2e1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">blogpribadiku</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jalansemut.files.wordpress.com/2011/01/dauroh-palembang-19shofar.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Dauroh-Palembang-19Shofar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ciri-Ciri Akhlak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam[1]</title>
		<link>http://jalansemut.wordpress.com/2010/12/27/ciri-ciri-akhlak-rasulullah-shallallahu-%e2%80%98alaihi-wa-sallam1/</link>
		<comments>http://jalansemut.wordpress.com/2010/12/27/ciri-ciri-akhlak-rasulullah-shallallahu-%e2%80%98alaihi-wa-sallam1/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Dec 2010 13:50:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blogpribadiku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhlak]]></category>
		<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jalansemut.wordpress.com/?p=656</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Ustadz Said Yai, Lc. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki akhlak yang sangat mulia. Oleh karena itu, sebagai umat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam kita harus meneladani beliau. Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri akhlak beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam diberi keistimewaan dengan memiliki kefasihan lisan dan retorikanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jalansemut.wordpress.com&amp;blog=5196811&amp;post=656&amp;subd=jalansemut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>Oleh : Ustadz Said Yai, Lc.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> memiliki akhlak yang sangat mulia. Oleh karena itu, sebagai umat Nabi Muhammad <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> kita harus meneladani beliau. Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri akhlak beliau <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>:</p>
<p style="text-align:justify;">Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>diberi keistimewaan dengan memiliki kefasihan lisan dan retorikanya indah. Beliau <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>berperangai luwes, jelas lafaznya, ringkas bicaranya, benar maknanya, tanpa dibuat-buat.</p>
<p style="text-align:justify;">Beliau telah dikaruniai <em>jawami‘ul-kalim</em> (kalimat ringkas tetapi mengandung banyak makna dan hikmah), mempunyai mutiara-mutiara hikmah yang indah dan menguasai logat-logat orang arab, berdialog dan berbicara kepada setiap kabilah sesuai dengan logat dan bahasa mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>bersifat penyantun, sabar, memberi maaf pada saat mempunyai kekuatan dan sabar pada saat tertimpa musibah. Ini adalah sifat-sifat yang ditanamkan oleh Allah kepadanya. Setiap orang yang penyantun pasti memiliki kesalahan dan kekeliruan, beda halnya dengan Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam, </em>semakin banyak gangguan yang dihadapinya maka semakin bertambah pula kesabarannya.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-656"></span></p>
<p style="text-align:justify;">‘Aisyah <em>radhiallahu ‘anhu</em> berkata, “Tidaklah Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>dipilihkan dua hal kecuali beliau akan memilih yang paling mudah di antara kedua hal tersebut, dengan syarat hal itu tidak mengandung perbuatan dosa. Apabila mengandung perbuatan dosa, maka beliaulah yang paling jauh darinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>tidak pernah membalas dendam kepada seseorang untuk kebutuhan pribadi atau dunianya, tetapi dia membalas (perlakuan jelek orang lain) karena syariat Allah. Beliau adalah orang yang paling jauh dari kemarahan dan orang yang paling cepat <em>ridha</em>/rela. Sifat kedermawanan beliau <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>tidak ada tandingannya. Beliau <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>bersedekah seperti orang yang tidak takut miskin.</p>
<p style="text-align:justify;">Ibnu ‘Abbas   <em>radhiallahu ‘anhu</em> berkata, “Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>adalah orang yang paling dermawan dan lebih dermawan lagi pada bulan <em>Ramadhan</em> ketika Jibril menemuinya. Jibril menemuinya setiap malam di bulan Ramadhan untuk mengajarkan kepadanya Al-Qur’an. Kemurahan hati Rasulullah <em>shallallahu ‘alahi wa sallam</em> dalam memberikan kebaikan lebih cepat dari angin yang bertiup kencang.”</p>
<p style="text-align:justify;">Keberanian, kejantanan, kekuatan dan kepahlawanan beliau <em>shallallahu ‘alahi wa sallam</em> di saat berhadapan dengan musuh sudah tidak diragukan lagi. Beliau <em>shallallahu ‘alahi wa sallam</em> adalah orang yang paling berani dalam menghadapi berabagai kondisi yang sulit.</p>
<p style="text-align:justify;">‘Ali <em>radhiallahu ‘anhu</em> berkata, “Apabila peperangan  telah memanas dan serangan semakin seru, maka kami berlindung di belakang Rasulullah <em>shallallahu ‘alahi wa sallam</em>, tidak ada seorang pun yang lebih dekat dengan musuh kecuali beliau.”</p>
<p style="text-align:justify;">Anas berkata, “Suatu malam penduduk Madinah dikejutkan dengan suara yang aneh, orang-orang pun menuju ke tempat datangnya suara itu. Ternyata Rasulullah <em>shallallahu ‘alahi wa sallam</em> bertemu mereka sewaktu beliau kembali dari arah suara tersebut, Rasulullah <em>shallallahu ‘alahi wa sallam</em> pun mendahului mereka, beliau mengendarai kuda milik Abu Thalhah yang tidak berpelana, di leher beliau tergantung sebilah pedang, beliau berkata, ‘Janganlah kalian takut! Janganlah takut!</p>
<p style="text-align:justify;">Beliau sangat pemalu dan sangat menjaga pandangan matanya.”</p>
<p style="text-align:justify;">Abu Said Al-Khudri <em>radhiallahu ‘anhu</em> berkata, “Beliau sangat pemalu melebihi gadis perawan pingitan. Apabila beliau tidak menyukai sesuatu maka hal itu dapat diketahui dari raut wajahnya.”</p>
<p style="text-align:justify;">Beliau <em>shallallahu ‘alahi wa sallam</em> adalah orang yang selalu menundukkan pandangan, lebih lama memandang ke bawah daripada memandang ke atas, segala pandangannya merupakan pengamatan. Beliau <em>shallallahu ‘alahi wa sallam</em> tidak pernah berbicara dengan seseorang dalam hal-hal yang tidak terpuji karena malu dan karena kemuliaan jiwanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Beliau tidak mau menyebutkan nama seseorang yang beliau dengar melakukan sesuatu yang tidak beliau sukai, beliau hanya mengatakan, “Mengapa ada orang-orang yang berbuat seperti ini dan seperti itu?”</p>
<p style="text-align:justify;">Rasulullah <em>shallallahu ‘alahi wa sallam</em> adalah orang yang paling adil, orang yang menjaga kehormatan, paling tepat perkataanya dan paling dapat menjaga amanah. Hal ini telah diakui oleh kawan maupun lawannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebelum diangkat menjadi nabi, beliau dikenal sebagai Al-Amin (yang terpercaya) dan dijadikan sebagai hakim pada masa jahiliyah.  Nabi <em>shallallahu ‘alahi wa sallam</em> adalah manusia yang paling rendah hatinya dan paling jauh dari kesombongan. Beliau <em>shallallahu ‘alahi wa sallam</em> melarang para sahabatnya berdiri untuk menghormatinya (ketika beliau mendatangi mereka), sebagaimana yang dilakukan bangsa-bangsa lain untuk menghormati raja-raja mereka.  Beliau <em>shallallahu ‘alahi wa sallam</em> mengunjungi orang-orang miskin dan duduk bersama orang-orang fakir, menghadiri undangan hamba sahaya, dan duduk di antara sahabatnya seakan-akan beliau adalah salah satu dari mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">‘Aisyah <em>radhiallahu ‘anha</em> berkata, “Rasulullah <em>shallallahu ‘alahi wa sallam</em> menyambung dan menjahit sandalnya, menjahit bajunya, mengerjakan pekerjaan rumah dengan tangannya sendiri…Beliau <em>shallallahu ‘alahi wa sallam</em> seperti manusia pada umumnya membersihkan pakaiannya dan menyelesaikan urusannya sendiri. “</p>
<p style="text-align:justify;">Beliau <em>shallallahu ‘alahi wa sallam</em> adalah orang yang paling menepati janji, suka menyambung silaturahmi, orang yang penyayang dan pengasih, orang yang paling baik dalam bergaul dan paling baik akhlaknya.</p>
<p style="text-align:justify;">Beliau <em>shallallahu ‘alahi wa sallam</em> paling jauh dari akhlak yang tercela dan beliau tidak berkata buruk, tidak pula suka mencela, tidak suka melaknat, tidak bersuara keras di pasar dan tidak membalas perbuatan buruk dengan keburukan pula, tetapi beliau memaafkannya dan membiarkannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Beliau tidak membiarkan seseorang berjalan di belakangnya, tidak membedakan diri dari budak-budaknya dalam hal makanan dan minuman, sama sekali tidak mengatakan “hus” atau “ah” kepada pembantunya, dan tidak mengkritiknya dalam apa yang dikerjakan maupun yang ditinggalkan. Beliau menyukai orang-orang miskin dan duduk-duduk bersama mereka, melayat jenazah mereka dan tidak meremehkan orang fakir karena kefakirannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam suatu perjalanan beliau <em>shallallahu ‘alahi wa sallam</em> memerintahkan untuk menyembelih seekor kambing, salah satu dari mereka berkata, “Aku yang menyembelihnya.” Yang lainnya berkata, “Aku yang mengulitinya.” Yang lain berkata, “Aku Yang memasaknya.” Kemudian Rasulullah <em>shallallahu ‘alahi wa sallam</em> berkata, “Aku yang menyiapkan kayu bakarnya.” Mereka pun berkata, “Cukuplah kami yang mengerjakannya.” Beliau pun berkata, “Aku tahu bahwa kalian cukup mampu untuk mengerjakan itu semua. Akan tetapi, saya tidak suka diistimewakan oleh kalian. Sesungguhnya Allah tidak suka melihat hambanya diistimewakan dari teman-temannya.” Kemudian beliau <em>shallallahu ‘alahi wa sallam</em> pun berdiri dan mengumpulkan kayu bakar.</p>
<p style="text-align:justify;">Beliau <em>shallallahu ‘alahi wa sallam</em> selalu mensyukuri nikmat walaupun sedikit, tidak mencela sesuatu, tidak pernah mencela makanan yang beliau rasakan dan tidak pula memujinya. Beliau selalu menahan lisannya kecuali pada hal-hal yang bermanfaat baginya, mempersatukan para sahabatnya dan juga tidak memecah belah persatuan mereka, menghormati orang yang terhormat pada setiap kaumnya dan memberikan wewenang kepadanya untuk mengatur kaumnya. Selalu menanyakan sahabat-sahabatnya dan bertanya kepada orang-orang tentang permasalahan mereka, memuji kebaikan dan membenarkannya, mencela kejelekan dan menghinakannya, sederhana dan tidak suka menyelisihi, tidak kikir dalam menyampaikan kebenaran dan tidak pula melampaui batas.</p>
<p style="text-align:justify;">Rasulullah <em>shallallahu ‘alahi wa sallam</em> tidak duduk dan tidak berdiri kecuali dalam keadaan berdzikir, tidak duduk pada suatu tempat yang istimewa.</p>
<p style="text-align:justify;">Apabila beliau mendatangi suatu kaum yang sedang duduk, maka beliau duduk pada tempat yang tersisa  dan memerintahkan orang-orang untuk melakukan hal-hal yang serupa. Orang-orang merasa senang dengan keutamaan dan kebaikan akhlak yang dimilikinya, sehingga beliau seakan-akan bapak mereka, mereka saling mendekat kepada beliau dalam kebenaran dan berlomba-lomba untuk mendapatkan keutamaan di hadapannya dengan bertakwa…</p>
<p style="text-align:justify;">Rasulullah <em>shallallahu ‘alahi wa sallam</em> selalu bergembira dan berakhlak mulia, lemah lembut tutur katanya, tidak kasar dan tidak keras suaranya, tidak berkata keji, tidak mencela, bukan seorang pemuji, selalu mengabaikan hal-hal yang beliau tidak sukai dan beliau tidak pernah berputus asa.</p>
<p style="text-align:justify;">Begitulah ciri-ciri Rasulullah <em>shallallahu ‘alahi wa sallam</em>, selain fisiknya yang indah dan bagus dilengkapi dengan akhlak yang mulia. Beliaulah orang yang paling cocok untuk dijadikan suri teladan kita.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://kajiansaid.files.wordpress.com/2010/12/ciri-ciri-akhlak-rasulullah.pdf" target="_blank"></a><a href="http://jalansemut.files.wordpress.com/2010/12/ciri-ciri-akhlak-rasulullah.pdf">Download disini</a></p>
<div style="text-align:justify;">
<hr size="1" />
</div>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://kajiansaid.wordpress.com/2010/12/24/ciri-ciri-akhlak-rasulullah-shallallahu-%e2%80%98alaihi-wa-sallam1/#_ftnref1">[1]</a> Diringkas dari kitab Ar-Rahiq Al-Makhtum karya Syaikh Shafiyur-Rahman Al-Mubarakfuri –rahimahullah-.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jalansemut.wordpress.com/656/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jalansemut.wordpress.com/656/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jalansemut.wordpress.com/656/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jalansemut.wordpress.com/656/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jalansemut.wordpress.com/656/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jalansemut.wordpress.com/656/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jalansemut.wordpress.com/656/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jalansemut.wordpress.com/656/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jalansemut.wordpress.com/656/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jalansemut.wordpress.com/656/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jalansemut.wordpress.com/656/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jalansemut.wordpress.com/656/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jalansemut.wordpress.com/656/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jalansemut.wordpress.com/656/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jalansemut.wordpress.com&amp;blog=5196811&amp;post=656&amp;subd=jalansemut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jalansemut.wordpress.com/2010/12/27/ciri-ciri-akhlak-rasulullah-shallallahu-%e2%80%98alaihi-wa-sallam1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b3b047e001ed9529908241be3d29a2e1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">blogpribadiku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hadirilah Kajian Islami Bedah Buku &#8220;Mencari Kunci Rezeki yang Hilang&#8221; Ust. Zainal Abidin, Lc</title>
		<link>http://jalansemut.wordpress.com/2010/12/12/hadirilah-kajian-islami-bedah-buku-mencari-kunci-rezeki-yang-hilang-ust-zainal-abidin-lc/</link>
		<comments>http://jalansemut.wordpress.com/2010/12/12/hadirilah-kajian-islami-bedah-buku-mencari-kunci-rezeki-yang-hilang-ust-zainal-abidin-lc/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Dec 2010 14:32:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blogpribadiku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Pengumuman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jalansemut.wordpress.com/?p=646</guid>
		<description><![CDATA[Klik untuk perbesar Hadirilah Kajian Islami&#160; Bedah Buku, &#8220;Mencari Kunci Rezeki yang Hilang&#8221; Bersama Ust. Zainal Abidin, Lc Insya Allah akan dilaksanakan pada: Hari: Sabtu, 18 Desember 2010 Pukul: 09.30 &#8211; selesai Tempat: Masjid Al-Imam Asy-Syafi&#8217;i Plaju Jl. Ki Anwar Mangku Lr.Asli RT.17 RW.4 Kel. Sentosa Palembang<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jalansemut.wordpress.com&amp;blog=5196811&amp;post=646&amp;subd=jalansemut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="mceTemp">
<dl class="wp-caption alignleft">
<h3 class="wp-caption-dt"><a href="http://jalansemut.files.wordpress.com/2010/12/65886_1512462174770_1330877734_31149783_8380882_n.jpg"><img class="size-medium wp-image-647" title="dauroh palembang" src="http://jalansemut.files.wordpress.com/2010/12/65886_1512462174770_1330877734_31149783_8380882_n.jpg?w=300&#038;h=195" alt="" width="300" height="195" /></a></h3>
<p class="wp-caption-dd">Klik untuk perbesar</p>
</dl>
</div>
<h3>Hadirilah Kajian Islami&nbsp;</p>
<p>Bedah Buku, &#8220;Mencari Kunci Rezeki yang Hilang&#8221;</p>
<p>Bersama Ust. Zainal Abidin, Lc</p>
<p>Insya Allah akan dilaksanakan pada:</p>
<p>Hari: Sabtu, 18 Desember 2010</p>
<p>Pukul: 09.30 &#8211; selesai</p>
<p>Tempat: Masjid Al-Imam Asy-Syafi&#8217;i Plaju<br />
Jl. Ki Anwar Mangku Lr.Asli RT.17 RW.4 Kel. Sentosa<br />
Palembang</h3>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jalansemut.wordpress.com/646/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jalansemut.wordpress.com/646/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jalansemut.wordpress.com/646/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jalansemut.wordpress.com/646/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jalansemut.wordpress.com/646/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jalansemut.wordpress.com/646/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jalansemut.wordpress.com/646/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jalansemut.wordpress.com/646/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jalansemut.wordpress.com/646/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jalansemut.wordpress.com/646/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jalansemut.wordpress.com/646/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jalansemut.wordpress.com/646/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jalansemut.wordpress.com/646/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jalansemut.wordpress.com/646/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jalansemut.wordpress.com&amp;blog=5196811&amp;post=646&amp;subd=jalansemut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jalansemut.wordpress.com/2010/12/12/hadirilah-kajian-islami-bedah-buku-mencari-kunci-rezeki-yang-hilang-ust-zainal-abidin-lc/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b3b047e001ed9529908241be3d29a2e1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">blogpribadiku</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jalansemut.files.wordpress.com/2010/12/65886_1512462174770_1330877734_31149783_8380882_n.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">dauroh palembang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sudah Salafikah Akhlak Anda?</title>
		<link>http://jalansemut.wordpress.com/2010/12/01/sudah-salafikah-akhlak-anda/</link>
		<comments>http://jalansemut.wordpress.com/2010/12/01/sudah-salafikah-akhlak-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Dec 2010 16:23:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blogpribadiku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhlak]]></category>
		<category><![CDATA[Doa]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jalansemut.wordpress.com/?p=639</guid>
		<description><![CDATA[Dari Kinanah bin Jibillah as-Sullami, diriwayatkan bahwa ia berkata: Apabila engkau melihat orang yang lebih tua umurnya darimu, katakanlah: &#8220;Orang ini sudah mendahuluiku dalam beriman dan beramal shalih, ia tentu lebih baik dariku.&#8217;&#8221; Apabila engkau melihat orang yang lebih muda umurnya darimu, katakanlah: &#8220;Aku telah mendahuluinya berbuat dosa dan kemaksiatan, ia tentu lebih baik dariku.&#8221; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jalansemut.wordpress.com&amp;blog=5196811&amp;post=639&amp;subd=jalansemut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://jalansemut.files.wordpress.com/2010/12/jalan-menuju-kemuliaan-akhlak.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-641" title="jalan-menuju-kemuliaan-akhlak" src="http://jalansemut.files.wordpress.com/2010/12/jalan-menuju-kemuliaan-akhlak.jpg?w=300&#038;h=220" alt="" width="300" height="220" /></a>Dari Kinanah bin Jibillah as-Sullami, diriwayatkan bahwa ia berkata:</p>
<p>Apabila engkau melihat orang yang lebih tua umurnya darimu, katakanlah: &#8220;Orang ini sudah mendahuluiku dalam beriman dan beramal shalih, ia tentu lebih baik dariku.&#8217;&#8221;</p>
<p>Apabila engkau melihat orang yang lebih muda umurnya darimu, katakanlah: &#8220;Aku telah mendahuluinya berbuat dosa dan kemaksiatan, ia tentu lebih baik dariku.&#8221;</p>
<p>Dan apabila engkau melihat sahabat-sahabatmu menghormati dan memuliakanmu, maka katakanlah: &#8220;Ini adalah keutamaan yang akan diperhitungkan nanti.&#8221;</p>
<p>Kalau engkau melihat mereka kurang menghormatimu, maka katakanlah: &#8220;Ini adalah akibat dosa yang kuperbuat sendiri.&#8221;</p>
<p>[Shifatush Shafwah (III: 248). Lihat "Sudah Salafikah Akhlak Anda?" Pustaka at-Tibyan]</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jalansemut.wordpress.com/639/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jalansemut.wordpress.com/639/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jalansemut.wordpress.com/639/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jalansemut.wordpress.com/639/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jalansemut.wordpress.com/639/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jalansemut.wordpress.com/639/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jalansemut.wordpress.com/639/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jalansemut.wordpress.com/639/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jalansemut.wordpress.com/639/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jalansemut.wordpress.com/639/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jalansemut.wordpress.com/639/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jalansemut.wordpress.com/639/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jalansemut.wordpress.com/639/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jalansemut.wordpress.com/639/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jalansemut.wordpress.com&amp;blog=5196811&amp;post=639&amp;subd=jalansemut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jalansemut.wordpress.com/2010/12/01/sudah-salafikah-akhlak-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b3b047e001ed9529908241be3d29a2e1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">blogpribadiku</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jalansemut.files.wordpress.com/2010/12/jalan-menuju-kemuliaan-akhlak.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">jalan-menuju-kemuliaan-akhlak</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Download Audio “Pentingnya Tauhid-Ust. Said Yai, Lc.</title>
		<link>http://jalansemut.wordpress.com/2010/11/22/download-audio-%e2%80%9cpentingnya-tauhid-ust-said-yai-lc/</link>
		<comments>http://jalansemut.wordpress.com/2010/11/22/download-audio-%e2%80%9cpentingnya-tauhid-ust-said-yai-lc/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Nov 2010 06:05:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blogpribadiku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[Download Audio]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jalansemut.wordpress.com/?p=636</guid>
		<description><![CDATA[Begitu besar dan penting sehingga membuat kita semua wajib memahami tetang perkara ini baik dalam urusan dunia dan terutama pada perkara Agama. Yaitu perkara yang menjadi asas dalam agama ini. Alhamdulillah pada kesempatan ini kita dapat mendengarkan dan mengunduh pembahasan mengenai perkara Asas Agama ini yang disampaikan oleh Ustadz Said Yai, Lc. Dengar Sesi 1 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jalansemut.wordpress.com&amp;blog=5196811&amp;post=636&amp;subd=jalansemut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://jalansemut.files.wordpress.com/2010/11/tauhid-dulu.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-637" title="tauhid-dulu" src="http://jalansemut.files.wordpress.com/2010/11/tauhid-dulu.jpg?w=284&#038;h=177" alt="" width="284" height="177" /></a>Begitu besar dan penting sehingga membuat kita semua wajib memahami tetang perkara ini baik dalam urusan dunia dan terutama pada perkara Agama. Yaitu perkara yang menjadi asas dalam agama ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Alhamdulillah pada kesempatan ini kita dapat mendengarkan dan mengunduh pembahasan mengenai perkara Asas Agama ini yang disampaikan oleh Ustadz Said Yai, Lc.<br />
<span id="more-636"></span><br />
Dengar Sesi 1</p>
<p style="text-align:justify;">[Audio http://www.archive.org/download/KajianUstadzSaidYaiLc/Seri1pentingnyaTauhid-saidYai.mp3]</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://www.archive.org/download/KajianUstadzSaidYaiLc/Seri1pentingnyaTauhid-saidYai.mp3" target="_blank">Download Sesi 1</a></p>
<p style="text-align:justify;">Dengar Sesi 2</p>
<p style="text-align:justify;"><span style='text-align:left;display:block;'><p><object type='application/x-shockwave-flash' data='http://s0.wp.com/wp-content/plugins/audio-player/player.swf' width='290' height='24' id='audioplayer1'><param name='movie' value='http://s0.wp.com/wp-content/plugins/audio-player/player.swf' /><param name='FlashVars' value='&amp;bg=0xf8f8f8&amp;leftbg=0xeeeeee&amp;lefticon=0x666666&amp;rightbg=0xcccccc&amp;rightbghover=0x999999&amp;righticon=0x666666&amp;righticonhover=0xffffff&amp;text=0x666666&amp;slider=0x666666&amp;track=0xFFFFFF&amp;border=0x666666&amp;loader=0x9FFFB8&amp;soundFile=http%3A%2F%2Fwww.archive.org%2Fdownload%2FKajianUstadzSaidYaiLc%2FSeri2tauhidUluhiyah-saidYai.mp3' /><param name='quality' value='high' /><param name='menu' value='false' /><param name='bgcolor' value='#FFFFFF' /><param name='wmode' value='opaque' /></object></p></span></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://www.archive.org/download/KajianUstadzSaidYaiLc/Seri2tauhidUluhiyah-saidYai.mp3" target="_blank">Download Sesi 2</a></p>
<p style="text-align:justify;">Dengar Sesi 3</p>
<p style="text-align:justify;"><span style='text-align:left;display:block;'><p><object type='application/x-shockwave-flash' data='http://s0.wp.com/wp-content/plugins/audio-player/player.swf' width='290' height='24' id='audioplayer1'><param name='movie' value='http://s0.wp.com/wp-content/plugins/audio-player/player.swf' /><param name='FlashVars' value='&amp;bg=0xf8f8f8&amp;leftbg=0xeeeeee&amp;lefticon=0x666666&amp;rightbg=0xcccccc&amp;rightbghover=0x999999&amp;righticon=0x666666&amp;righticonhover=0xffffff&amp;text=0x666666&amp;slider=0x666666&amp;track=0xFFFFFF&amp;border=0x666666&amp;loader=0x9FFFB8&amp;soundFile=http%3A%2F%2Fwww.archive.org%2Fdownload%2FKajianUstadzSaidYaiLc%2FSeri3maknaLaIlahaIllallah-saidYai.mp3' /><param name='quality' value='high' /><param name='menu' value='false' /><param name='bgcolor' value='#FFFFFF' /><param name='wmode' value='opaque' /></object></p></span></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://www.archive.org/download/KajianUstadzSaidYaiLc/Seri3maknaLaIlahaIllallah-saidYai.mp3" target="_blank">Download Sesi 3</a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://kajiansaid.wordpress.com/2010/01/28/pembagian-tauhid/" target="_blank">Ebook Tauhid </a></p>
<p style="text-align:justify;">Sumber : <a href="http://kajiansaid.wordpress.com/2010/11/21/download-audio-pentingnya-tauhid-ust-said-yai-lc/#more-241" target="_blank">Ustadz Said Yai, Lc.</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jalansemut.wordpress.com/636/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jalansemut.wordpress.com/636/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jalansemut.wordpress.com/636/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jalansemut.wordpress.com/636/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jalansemut.wordpress.com/636/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jalansemut.wordpress.com/636/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jalansemut.wordpress.com/636/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jalansemut.wordpress.com/636/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jalansemut.wordpress.com/636/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jalansemut.wordpress.com/636/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jalansemut.wordpress.com/636/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jalansemut.wordpress.com/636/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jalansemut.wordpress.com/636/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jalansemut.wordpress.com/636/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jalansemut.wordpress.com&amp;blog=5196811&amp;post=636&amp;subd=jalansemut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jalansemut.wordpress.com/2010/11/22/download-audio-%e2%80%9cpentingnya-tauhid-ust-said-yai-lc/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
<enclosure url="http://www.archive.org/download/KajianUstadzSaidYaiLc/Seri1pentingnyaTauhid-saidYai.mp3" length="14378551" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="http://www.archive.org/download/KajianUstadzSaidYaiLc/Seri2tauhidUluhiyah-saidYai.mp3" length="14594427" type="audio/mpeg" />
<enclosure url="http://www.archive.org/download/KajianUstadzSaidYaiLc/Seri3maknaLaIlahaIllallah-saidYai.mp3" length="9590828" type="audio/mpeg" />
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b3b047e001ed9529908241be3d29a2e1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">blogpribadiku</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jalansemut.files.wordpress.com/2010/11/tauhid-dulu.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tauhid-dulu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.archive.org/download/KajianUstadzSaidYaiLc/Seri2tauhidUluhiyah-saidYai.mp3" medium="audio">
			<media:player url="http://jalansemut.wordpress.com/wp-content/plugins/audio-player/player.swf?soundFile=http://www.archive.org/download/KajianUstadzSaidYaiLc/Seri2tauhidUluhiyah-saidYai.mp3" />
		</media:content>

		<media:content url="http://www.archive.org/download/KajianUstadzSaidYaiLc/Seri3maknaLaIlahaIllallah-saidYai.mp3" medium="audio">
			<media:player url="http://jalansemut.wordpress.com/wp-content/plugins/audio-player/player.swf?soundFile=http://www.archive.org/download/KajianUstadzSaidYaiLc/Seri3maknaLaIlahaIllallah-saidYai.mp3" />
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
